Kamis, 05 November 2009

Kenapa Harus Menyalahkan? (BEJ /Blame Excusess Justify)


BEJ adalah singkatan dari: “B” dari Blame menyalahkan Orang Lain; “E” dari Excusesss beralasan; “J” dari Justify Menghakimi /  MembenarkanOrang-orang  yang ketika mengalami suatu kegagalan atau problem,  ketika  terjadi  sesuatu  hal  di  dalam hidupnya  dia,  dia  sibuk  BEJ.

 Blame:  Sikap untuk  menyalahkan  lingkungannya,   menyalahkan  negara, menyalahkan presidennya, bahkan menyalahkan orang tuanya, bahkan pula menyalahkan engkongnya,
karena  dilahirkan  miskin  makanya  sekarang  dia  merasa  sebagai  turunannya  orang  miskin,  atau
menyalahkan  pendidikannya,  menyalahkan  umurnya,  menyalahkan  bahwa  dia  merasa  tidak  ada
peluang, dia selalu menyalahkan.

Lalu dia juga Excuse/ beralasan: Saya masih muda, saya masih belum
belajar, saya belum berpengalaman. Ini yang menyedihkan, orang-orang yang selalu BEJ seringkali yang dia katakan  adalah  kebenaran,  tetapi  satu hal yang mesti diperhatikan bahwa  kebenaran yang dia berikan atas kegagalannya itu  TIDAK  ADA MANFAATNYA! Satu-satunya Manfaatnya untuk dia adalah MENGHENTIKAN DIA UNTUK MENJADI LEBIH BAIK (SUKSES),menghentikan  dia  untuk  Take  Action,  menghentikan  dia  untuk belajar  menuju kea rah kebaikan.

 Kemudian  Justify / menghakimi/ membenarkan: Ketika  ada  orang lain yang lebih sukses daripada dia,  dia  bilang:  "O.. terang saja,  tidak heran, sudah layak dan sepantasnya". Dia selalu justify orang lain yang lebih sukses daripada dia tanpa mengambil pelajaran kenapa orang itu bisa sukses, kiat apa yang dilakukan oleh orang yang bersangkutan sehingga bisa sesukses itu. Ketika ada orang yang kaya, dia selalu omong: "terang saja  dia  kaya,  dia anaknya orang kaya..., sekolah di  luar  negeri.., bahasa inggris lancar..,  kenal  anak  menteri  dimodalin  BMW..,  ya  terang  saja  dia  sekarang  sukses  dalam
usahanya..". Nah, sekarang pertanyaannya:  "Ada  tidak  anaknya  orang  miskin  yang  sekarang  SUKSES  dan  Kaya? Jawabannya selalu : Ada. Namun ketika ada orang yang terbiasa men-Justify/ Membenarkan orang lain lebih hebat  daripada  dia,  Maka  dia  akan  ngomong  bagaimana?  "Oh  terang  saja,  dia  anaknya  orang  miskin toh.. saya tau kenapa dia bisa kaya. Ya karena dia daya juangnya kuat. Dan Ya terang saja, anaknya orang miskin daya juangnya harus kuat. "Ketika kita tanya: "lah kamu kenapa?" Dia jawab: "lah saya anaknya orang menengah sih.., makanya daya juang saya menengah.."Lihatlah cara berpikirnya. Ketika orang tidak berhasil, dia akan selalu Tell Story, dia akan menceritakan Blame, Excuse, atau Justify.
Saat saya banyak membaca buku tentang psikologi dan motivasi dari berbagai sumber ,satu hal yang mesti kita tanamkan dalam kehidupan kita jika kita ingin meraih kesuksesan adalah  banyak belajarbukan  menyalahkan.  Ketika  kita belum berhasil, semestinya kita ber tanya: apa yang harus saya pelajari dari kejadian ini yang akan membuat saya jadi  lebih  baik,  lebih  hebat,  lebih  dahsyat,  lebih  kuat,  lebih  kaya,  lebih  langsing,  lebih  harmonis, lebih tahan  lama,  lebih  dari  apapun..  sehingga  kita  maju  selangkah  lebih  baik  dibanding  orang  yang menyalahkan.  Nah, sekarang pertanyaannya adalah: Apa yang sudah kita pelajari hari ini..?  Belajar  apa  yang    akan  membuat kita jadi lebih baik? Marilah untuk selalu mencoba menanyakan  hal ini setiap hari, sehingga apapun yang terjadi dalam hidup ini, kita beri arti yang akan membuat hidup kita menjadi lebih baik.

(Setelah membaca postingan saya, saya akan senang sekali jika rekan-rekan yang telah mengunjungi blog saya memberikan komentarnya di bawah ini, agar semakin hari ada perbaikan yang lebih baik jika tulisannya terkesan kurang menarik)

Wassalam
Bagikan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar