
Kisah ini aku ceritakan semata-mata buat berbagi kepada teman-teman semua agar bisa istiqomah melakanakan sholat tahajut setiap malam, bukan karena ria lho..?
Aku pernah ngerasain gimana rasanya jadi seorang pengangguran. Rasanya jelas nggak enak banget. Kejadian ini terjadi di tahun 2003. Setelah aku habis masa kontrak kerja dengan perusahaan sebelumnya, aku menganggur selama 6 bulan. Selama itu, aku cuma pegang uang Rp100.000 saja. percaya gak..? kayaknya tidak masuk akal uang segitu bisa bertahan selama 6 bulan. Namun itulah kenyataannya. Selama itu aku tinggal di Masjid menjadi takmir masjid, jadi karena tinggal di masjid semua keperluan sehari-hariku termasuk makan dibiayai oleh masjid.
Sampai suatu ketika uangku yang tinggal 50 ribu hilang, sehingga aku tidak punya uang sepeserpun.
Sejak aktif di kegiatan dakwah pada tahun 2002, aku memang sudah terbiasa melaksanakan sholat tahajut, maaf ini bukan riya lho, tapi sekedar berbagi pengalaman. Saat uangku tidak ada sama sekali, memang aku sempat bingung harus menjalani kehidupan ini bagaimana lagi. Minta bantuan temen, malu seta segan gk mau ngerepotin orang. Sama keluarga di kampung adalah hal yang tidak mungkin. Ayah dan Ibuku sudah meninggal dunia, sehingga biaya sekolah adik-adikku dibantu oleh familiku yang ada di sana, rasanya tidak mungkin aku harus menambah beban mereka lagi. Yah..memang situasi pelik seperti itu tidak ada jalan lain selain berpasrah diri hanya kepada Allah saja.
Saat tengah malam, seperti biasa akupun melaksanakan tahajudku. Kali ini aku berdoa dengan doa yang penuh harap agar Allah memberi pertolongannya kepadaku. Sambil menangis terisak, diantara seribu bahasa doa yang aku panjatkan aku berdoa seperti ini " Ya..Allah, jika memang rizkiku sudah tidak ada lagi di dunia ini, maka jika engkau berkehendak ingin mencabut nyawaku sekarang juga hamba ikhlas ya Allah.., namun jika masih ada rizki yang engkau berikan pada hambamu yang hina ini sebagai karunia darimu ya Allah.., tolong engkau bukakan jalan-jalan kemudahan agar aku bisa mendapatkan karuniamu ya Allah..."
Kesesokan harinya, aku pergi bersilaturrahmi ke rumah temenku. Namanya Muslim. Singkat cerita, diluar dugaanku ternyata kedatanganku ke rumah Muslim membawa berkah juga. Dia menawarkan aku untuk bekerja di Koperasi PT. Kyocera untuk menggantikan posisinya. Karena dia mau bekerja dan menetap di Jakarta bersama kakak kandungnya. Dia bilang sudah lama ia mencari orang yang tepat dan bisa dipercaya, dan setelah bertemu aku dia merasa aku sangat cocok untu menggantikan posisinya. Gayungpun bersambut, tanpa menunggu lama keesokan harinya aku langsung dibawanya ke tempat ia bekerja untuk dipertemukan ke atasannya. Setelah bertemu atasannya aku langung tanada tangan perjanjian kerja, dan langsung di training selama seminggu. Setelah aku betul bisa menguasai pekerjaan dengan baik barulah ia berhenti dari staf di koperasi itu. Oh..ya, saat baru bekerja aku tentu butuh uang buat ongkos dan kebutuhan lainnya . Muslim memberiku pinjaman uang dan saat aku membayar, dia hanya mau menerima setengahnya saja, yang setengah lagi dia berikan ikhlas kepadaku.
Saat sendiri dan merenung, terkadang aku berfikir betapa agungnya Allah. Saat orang susah mencari pekerjaan berkeliling kesana-kemari, namun ternyata aku mendapat pekerjaan yang tidak pernah aku cari. Aku mendapatkannya dari tawaran seorang teman, yang kesemua itu adalah skenario yang Allah telah tetapkan.
subhanallah.. itulah sepenggal kisah atas pertolongan Allah yang kurasakan dengan sholat tahajut. sebenarnya masih banyak lagi kisah-kisah spritual pertolongan Allah yang kualami, yang terkadang jika aku berfikir secara akal yang sehat rasanya itu tidak mungkin bisa terjadi, Namun Allah yang maha kuasa maha mampu menjadikan sesuatu yang kita rasa tidak mungkin menjadi mungkin. Insya Allah lain kali aku akan cerita lagi tentang pengalamanku yang lain ya.....
Wassalam
Bagikan
Aku pernah ngerasain gimana rasanya jadi seorang pengangguran. Rasanya jelas nggak enak banget. Kejadian ini terjadi di tahun 2003. Setelah aku habis masa kontrak kerja dengan perusahaan sebelumnya, aku menganggur selama 6 bulan. Selama itu, aku cuma pegang uang Rp100.000 saja. percaya gak..? kayaknya tidak masuk akal uang segitu bisa bertahan selama 6 bulan. Namun itulah kenyataannya. Selama itu aku tinggal di Masjid menjadi takmir masjid, jadi karena tinggal di masjid semua keperluan sehari-hariku termasuk makan dibiayai oleh masjid.
Sampai suatu ketika uangku yang tinggal 50 ribu hilang, sehingga aku tidak punya uang sepeserpun.
Sejak aktif di kegiatan dakwah pada tahun 2002, aku memang sudah terbiasa melaksanakan sholat tahajut, maaf ini bukan riya lho, tapi sekedar berbagi pengalaman. Saat uangku tidak ada sama sekali, memang aku sempat bingung harus menjalani kehidupan ini bagaimana lagi. Minta bantuan temen, malu seta segan gk mau ngerepotin orang. Sama keluarga di kampung adalah hal yang tidak mungkin. Ayah dan Ibuku sudah meninggal dunia, sehingga biaya sekolah adik-adikku dibantu oleh familiku yang ada di sana, rasanya tidak mungkin aku harus menambah beban mereka lagi. Yah..memang situasi pelik seperti itu tidak ada jalan lain selain berpasrah diri hanya kepada Allah saja.
Saat tengah malam, seperti biasa akupun melaksanakan tahajudku. Kali ini aku berdoa dengan doa yang penuh harap agar Allah memberi pertolongannya kepadaku. Sambil menangis terisak, diantara seribu bahasa doa yang aku panjatkan aku berdoa seperti ini " Ya..Allah, jika memang rizkiku sudah tidak ada lagi di dunia ini, maka jika engkau berkehendak ingin mencabut nyawaku sekarang juga hamba ikhlas ya Allah.., namun jika masih ada rizki yang engkau berikan pada hambamu yang hina ini sebagai karunia darimu ya Allah.., tolong engkau bukakan jalan-jalan kemudahan agar aku bisa mendapatkan karuniamu ya Allah..."
Kesesokan harinya, aku pergi bersilaturrahmi ke rumah temenku. Namanya Muslim. Singkat cerita, diluar dugaanku ternyata kedatanganku ke rumah Muslim membawa berkah juga. Dia menawarkan aku untuk bekerja di Koperasi PT. Kyocera untuk menggantikan posisinya. Karena dia mau bekerja dan menetap di Jakarta bersama kakak kandungnya. Dia bilang sudah lama ia mencari orang yang tepat dan bisa dipercaya, dan setelah bertemu aku dia merasa aku sangat cocok untu menggantikan posisinya. Gayungpun bersambut, tanpa menunggu lama keesokan harinya aku langsung dibawanya ke tempat ia bekerja untuk dipertemukan ke atasannya. Setelah bertemu atasannya aku langung tanada tangan perjanjian kerja, dan langsung di training selama seminggu. Setelah aku betul bisa menguasai pekerjaan dengan baik barulah ia berhenti dari staf di koperasi itu. Oh..ya, saat baru bekerja aku tentu butuh uang buat ongkos dan kebutuhan lainnya . Muslim memberiku pinjaman uang dan saat aku membayar, dia hanya mau menerima setengahnya saja, yang setengah lagi dia berikan ikhlas kepadaku.
Saat sendiri dan merenung, terkadang aku berfikir betapa agungnya Allah. Saat orang susah mencari pekerjaan berkeliling kesana-kemari, namun ternyata aku mendapat pekerjaan yang tidak pernah aku cari. Aku mendapatkannya dari tawaran seorang teman, yang kesemua itu adalah skenario yang Allah telah tetapkan.
subhanallah.. itulah sepenggal kisah atas pertolongan Allah yang kurasakan dengan sholat tahajut. sebenarnya masih banyak lagi kisah-kisah spritual pertolongan Allah yang kualami, yang terkadang jika aku berfikir secara akal yang sehat rasanya itu tidak mungkin bisa terjadi, Namun Allah yang maha kuasa maha mampu menjadikan sesuatu yang kita rasa tidak mungkin menjadi mungkin. Insya Allah lain kali aku akan cerita lagi tentang pengalamanku yang lain ya.....
Wassalam
Bagikan

Bagus sekali ceritanya Muchlis, sungguh menyentuh. Kesungguhan hati yang dilengkapi dengan ikhlas atas perjanjian Allah tidak akan sia-sia..... Semoga melatih kita semua untuk menambah syukur...
BalasHapusbagus bgt ni muklis..ntar jadi penulis aja juga..
BalasHapusyg pasti salut ma muklis..ternyata kita yang memilih hidup seperti apa, dan muklis pantas mendapatkan ini...
keep fight ya :))